ORANG SUKSES..


ORANG ORANG YANG SUKSES TELAH BELAJAR MEMBUAT DIRI MEREKA MELAKUKAN HAL YANG HARUS DIKERJAKAN. MULAILAH SEKARANG....

Senin, 09 Januari 2012

Jual Tanah Pantai Kulonprogo

Anda ingin villa, resort atau berinvestasi di pantai-pantai Gunung Kidul. Segera Hubungi Hub. Prasetiyo 0274-7019049 atau Ina Realty 0274-8203124

Jumat, 02 Desember 2011

Jual Tanah Kuburan di Kulonprogo Yogyakarta

Jual Tanah Kuburan di Kulonprogo Jogja.
Anda ingin efesien dan efektive kebutuhan lahan pemakaman. Segera SMS Hub. Prasetiyo 0274-7019049 atau Ina Realty 0274-8203124
Kami melayani kebutuhan lahan pemakaman/kuburan :

1. Kavling Pemakaman Personal :
  • Untuk kavling personal/pribadi dalam komplek area pemakaman umum
  • Untuk kavling personal/pribadi dalam komplek area pemakaman khusus ( Muslim )

2. Kavling Pemakaman Keluarga :
  • Untuk kavling satu keluarga dalam kompleks area pemakaman umum
  • Untuk kavling satu keluarga dalam kompleks area pemakaman khusus
  • Untuk kavling satu keluarga dalam area private
3. Kavling Pemakaman Perumahan (area lahan khusus warga perumahan tertentu)


Fasilitas :
Bisa konsultasi langsung dengan Segera SMS Hub. Prasetiyo 0274-7019049 atau Ina Realty 0274-8203124
  • Jalan masuk mobil
  • Jasa pemeliharaan dan perawatan ( diatur tersendiri )
  • Sertifikat Tanah di atas Notaris
Keluarga Anda adalah harta yang tak ternilai, pemakaman yang layak, legal dan baik adalah tuntutan. Anda kesulitan Segera SMS Hub. Prasetiyo 0274-7019049 atau Ina Realty 0274-8203124.

Selasa, 18 Oktober 2011

Berita Jogja : Tanah SG dan PAG

Yayasan HB VII Menolak
Tegaskan Tanah SG Milik Ahli Waris, Bukan Lembaga

JOGJA
Saturday, 15 October 2011, RADARJOGJA- Keinginan Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengukur keluasan tanah Sultan Ground (SG) dan Pakualaman Ground (PAG) terus dipersoalkan. Setelah ditolak Gubernur DIJ Hamengku Buwono X karena dikhawatirkan hanya akan mengulur waktu pengesahan RUUK menjadi UUK DIJ, sikap kritis menyikapi itu juga disampaikan Yayasan Trah Hamengku Buwono (HB) VII.
Yayasan yang menaungi ahli waris keturunan HB VII itu menganggap bahwa pengukuran tanah SG itu tidak dibutuhkan. Berbeda dengan argumentasi HB X, Yayasan HB VII berpendapat tanah SG tidak perlu diukur karena bukan milik lembaga keraton.
“Pemilik tanah SG adalah ahli waris keturunan HB VII,” ujar Wakil Ketua Yayasan HB VII RM Triyanto Prastowo kemarin (14/10).
Triyanto pun bercerita tentang landasan hukum yang menyatakan tanah SG merupakan tanah pribadi milik HB VII. Itu tertuang dalam Rijkblaad No 16 Tahun 1918 yang dikeluarkan di masa kepemimpinan HB VII.
Berdasarkan undang-undang Kasultanan Jogja itu, tanah SG merupakan tanah milik pribadi HB VII. “Tidak pernah ada yang menyebutkan menjadi milik lembaga keraton,” katanya. Demikian pula dengan tanah PAG diatur dalam Rijkblaad No 18 Tahun 1918.
Karena itu, Triyanto yang terhitung masih cucu canggah HB VII itu mengatakan, menjadi pertanyaan bila kemudian tanah-tanah SG itu hendak diklaim milik keraton dan masuk dalam UU Keistimewaan DIJ.
“Pertanyaannya, apa dasar hukumnya,” gugat keponakan KRAy Hastungkoro, istri ketiga HB IX atau ibunda GBPH Prabukusumo ini.
Pria yang mengajukan pensiun dini dari dinas Polri itu menambahkan, tanah SG dan PAG telah diserobot secara sepihak oleh Pemprov DIJ. Penyerobotan itu dilakukan dengan terbitnya Perda No 5 Tahun 1954. Dalam perda tersebut menyatakan bahwa tanah SG dan PAG telah dinyatakan sebagai tanah milik pemprov.
Aksi penyerobotan itu, imbuh Triyanto, terus berlanjut hingga sekarang. Bahkan sejak beberapa tahun silam, Biro Tata Pemerintahan Setprov DIJ selalu melalukan program pengukuran tanah-tanah SG dan PAG. “Kenapa sekarang mau diukur lagi. Kemana hasil pengukuran Biro Tata Pemerintahan itu?,” tanyanya.
Menyikapi itu, Yayasan Trah HB VII tak ingin tinggal diam. Triyanto bersama pengurus yayasan lainnya segera mengajukan upaya hukum. Ia juga mengungkapkan, selain masih keturunan HB VII, dirinya juga punya garis darah dari HB II. Dari garis ayahnya merupakan keturunan Pangeran Mangkudiningrat, putra HB III.
HB II merupakan satu-satunya raja yang namanya disebutkan dalam Perjanjian Giyanti sebagai pewaris atas tahta Keraton Jogja pasca HB I. Perjanjian Giyanti membagi Kerajaan Mataram menjadi dua, Surakarta dan Jogjakarta.
“Jadi, ada dua darah raja yang mengalir ke saya yakni HB II dan HB VII,” ucap pria yang tinggal di daerah Magangan Keraton Jogja ini.
Dalam kesempatan itu, Triyanto juga mengaku telah mendapatkan kuasa untuk menelusuri tanah-tanah PAG dari putra PA VIII KPH Anglingkusumo. Tanah PAG yang akan diteliti itu antara lain yang berada di pesisir Pantai Selatan Kulonprogo yang sekarang menjadi sengketa karena menjadi lahan penambangan pasir besi.
Di sisi lain, perlu tidaknya keluasan tanah Sultan Ground (SG) dan Pakualaman Ground (PAG) diukur sebelum masuk dalam UU Keistimewaan DIJ terus menjadi perdebatan.
Direktur Pusat Konsultasi Bantuan Hukum (PKBH) Universitas Ahmad Dahlan Heniy Astiyanto SH menilai yang dibutuhkan dalam pengaturan soal SG dan PAG adalah norma yang dituangkan dalam UU Keistimewaan DIJ.
“Lebih penting masalah norma. Bukan soal ukuran atau keluasan tanah,” ujar Heniy.
Menurut Heniy, soal ukuran atau detil keluasan SG dan PAG tidak harus dituangkan dalam UU Keistimewaan DIJ. Masalah itu cukup diatur lebih lanjut dalam peraturan pelaksana. Misalnya dalam peraturan pemerintah atau peraturan presiden. “Akan lebih simpel,” terangnya.
Lebih jauh dikatakan, keberadaan UU Keistimewaan DIJ akan lebih baik bila mengatur tentang kepastian hukum atas pemanfaatan tanah SG dan PAG yang selama ini dilakukan oleh masyarakat.
Pengelolaan tanah SG dan PAG oleh masyarakat itu perlu ada payung hukum yang jelas. Saat ini, lanjut Heniy, banyak warga masyarakat yang menguasai dan mengelola tanah SG dan PAG namun tidak memiliki alas hukum yang jelas. “Hak kelola oleh masyarakat itu juga saatnya diatur,” harapnya.
Heniy juga menyoal adanya tanah-tanah SG dan PAG yang telantar karena belum banyak dimanfaatkan. Tanah yang telantar itu juga harus diatur agar tidak menimbulkan masalah di belakang hari. (kus)

Selasa, 21 Juni 2011

BERITA PROPERTY

Pertumbuhan pasar properti 2012 diproyeksi kian positif
Oleh Mia Chitra Dinisari
Published On: 21 June 2011

SINGAPURA: Pertumbuhan pasar properti nasional diperkirakan mencapai rata-rata 10%-20% per tahun dan semakin positif pada 2012 menyusul proyeksi perbaikan kondisi perekonomian.

Namun, Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S. Thaib mengatakan investasi asing masih minim di Indonesia karena investor belum mengetahui besarnya potensi yang ada.

"Yang paling berpotensi untuk menarik bagi investor asing saat ini superblok karena pengembangannya bisa lebih cepat dan juga lebih mudah dijual," ujar Hiramsyah usai mempresentasekan potensi properti Indonesia dalam Real Estate Investment World ke 10 di Singapura hari ini.

Padahal, lanjut dia, kebutuhan akan ketersediaannya sangat mendesak mengingat tingkat kemacetan di Jakarta sangat tinggi sehingga perlu diterapkan strategi untuk mengurai kemacetan tersebut dengan konsep kawasan superblok itu.

"Kami harap akan makin banyak investor asing yang masuk untuk menggarap proyek superblok ini kedepannya," tambahnya.

Bagus Adikusumo, Direktur PT Colliers Internasional, salah satu konsultan properti nasional, mengatakan saat ini kecenderungan pengembangan bisnis properti oleh investor secara internasional memang mengarah pada pengembangan kawasan superblok.

Alasannya, katanya, sistem pembangunan bisa dikerjasamakan antar beberapa investor, juga karena akan ada penghematan dalam biaya pembelian lahan.

"Karena umumnya di negara manapun harga tanah akan lebih murah jika dibeli dalam luasan yang lebih besar, ini tentu menguntungkan investor," ujar Bagus hari ini.

Di Indonesia sendiri, katanya, potensi dikembangkannya superblok masih sangat besar bukan hanya di Jakarta, tetapi juga dikota-kota besar lainnya seperti Bandung, Medan dan Surabaya. (arh)

Selasa, 17 Mei 2011

PROPERTY KULONPROGO = TERTANTANG......

DAFTAR NAMA HOTEL

NO NAMA ALAMAT DAN NO.TELP
1 Hotel Anugrah Wisata Jl Diponegoro Glagah Temon (Pantai glagah) Kulon Progo telp.(0274)778529
2 Hotel Kusuma Wates (0274) 773368, 081392304002
3 K & G Classic Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
4 King's Hotel Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
5 King's Hotel Wates
6 Losmen Cermat Timur Pasar Wates Kulon Progo telp (0274) 773447
7 Losmen Glagah Primitif Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
8 Losmen Joglo Ijo Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
9 Losmen Nuansa Indah Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
10 Losmen Puspita Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
11 Losmen Sederhana Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
12 Penginapan Gita Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
13 Penginapan Lintang Segara Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
14 Penginapan Pandan Wangi Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
15 Penginapan Sederhana Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
16 Penginapan Virgo Lokasi Obyek Wisata Pantai Glagah
17 PPSJ Sendangsari, Pengasih (0274) 7493977
18 Sunarto Pantai Glagah
19 Wisma Sermo Asri Sermo, Hargowilis, Kokap (0274) 7464938

DAFTAR NAMA RUMAH MAKAN

NO NAMA ALAMAT DAN NO.TELP
1 Ayam Goreng Bu Hartin Jl. Sutijab Wates (0274) 774376
2 Bakmi Jawa Wates Di seluruh wilayah Kulon Progo (Malam hari)
3 Cafe & RM Gaul Komplek BSA Wates
4 Gule Sawah Jl. Tentara Pelajar, Beji, Wates
5 Kampoeng Resto Jl. Bhayangkara, Wates
6 Lotek Giripeni Jl. Raya Bendungan, Giripeni, Wates
7 Lotek Ngrowo Galur
8 RM. Morolego Jl. Kol. Sugiyono Wates (0274) 773504
9 RM. Baratha Jl. Kol. Sugiyono, Wates (0274) 773468
10 RM. Blimbing Jl. Raya Brosot, Blimbing, Brosot
11 RM. Bu Hartin 2 Jl. Raya Jogja-Wates Km. 29 Kongklangan Wates
12 RM. Cemoro Jajar Jl. Raya Wates-Purworejo, Sogan, Wates
13 RM. Gerbang Trisik Jl. Raya Trisik, Galur (0274)7499086
14 RM. Gubug Udang Kesuma Wanadri Glagah, Temon 0817266617
15 RM. Gudeg Bu Juminten Komplek Perdagangan Wates (0274) 773665
16 RM. Mlangsen Jl. Raya Wates-Purworejo, Mlangsen, Temon
17 RM. Murah Meriah Jl. Raya Purworejo, Sindutan, Temon
18 RM. Padang Saliro Kito Jl. Tentara Pelajar, Beji, Wates
19 RM. Padang Sederhana Wates
20 RM. Pandan Wangi Glagah, Temon 08157936502
21 RM. Pring Petung Selatan Alun-Alun Wates 08122969939
22 RM. Saiyo Jaya Jl. Sugiman Wates
23 RM. Saiyo Sapta Pesona Jl. Wates-Purworejo, Wates (0274) 773880, 774313
24 RM. Sea Food Yu Sum Congot, Jangkaran, Temon (0274) 778209, 321735, 081578797995
25 Sate Kelinci Jl. Bhayangkara, Wates
26 Sate Kuda Jl. Jogja-Wates Km. 29
27 Sate Mbah Margo Jl. Raya Muntilan Mboto Nanggulan 081328772633
28 Sate Mbah Margo 2 Jl. Raya Jogja-Nangulang, Kenteng
29 Sate Pak Gundul (Kuncung) Komplek Perdagangan, Gawok, Wates
30 Sate Tegal Komplek Perdagangan, Gawok, Wates
31 Soto Pak Kasmo Jl. Purworejo, Malangan, Sentolo
32 Soto Pak Paiman Jl. Wates, Proliman Karangnongko, Wates
33 Soto semarang Jl. Khudori, Wates

www.kulonprogokab.go.id

AYO INVESTASI DI KULONPROGO = Kulonprogo Airport .

Isu kepindahan Bandara Adisutjipto Jogjakarta ke Kulonprogo mulai mendekati kenyataan. Pemerintah DIY menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Angkasa Pura I untuk pengembangan bandar udara di Kulonprogo.

Penandatanganan dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan Tommy Soetomo Dirut PT Angkasa Pura I di gedung Pracimosono, kompleks Kepatihan, Rabu (11/5). Dalam penjelasannya, Tommy menilai bandara Adi Sutjipto tidak mampu memenuhi kebutuhan pertambahan penumpang angkutan udara. Pihaknya mencatat pada 2010 penumpang di Bandara Adi Sutjipto mencapai 3.48.500 dan penumpang internasional mencapai 206.500.

Di Jogja sendiri, kata dia, mengalami lebih dari 9,7 persen pertumbuhan penumpang angkutan udara dalam jangka waktu lima tahun belakangan. Dalam jangka lima tahun ke depan, dia menilai Adi Sutjipto tidak dapat menampung kapasitas pertumbuhan penumpang sesuai prediksinya tersebut.

Dia menyebutkan, pihaknya akan menggandeng pengelola airport terbaik di dunia untuk mengembangkan bandara baru yang rencananya akan dibangun di Kulonprogo.

“Jogja sebagai kawasan sentrum perkembangan ekonomi nasional, sehingga diharapkan dengan adanya realiasi ini akan semakin meningkatkan tingkat ekonomi daerah. Jika tidak segera dilakukan pengembangan tidak bisa dibayangkan bagaimana kondisinya dengan pertambahan penumpang udara di Adi Sutjipto,” tadasnya.bandaraonline.com/Harian Jogja

Rabu, 20 April 2011

LIHAT DATANG MENANG !!!!!!

Peluang Investasi

Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sumber daya alam besar dan bervarisi, perbukitan disebelah utara hingga laut dan pantainya disebelah selatan. terpendam berbagai potensi tambang, potensi alam wisata yang menawan dengan beragam budaya. Dilaut tersimpan kekayaan berbagai ikan yang melimpah. Geografi yang strategis dijalur jalan raya dan jalur kereta api rel ganda selatan Pulau Jawa, didukung ketersediaan air dan listrik yang cukup besar, merupakan potensi yang strategis untuk dikembangkan sebagai daerah investasi.

Sumber potensi tersebut sebagian besar belum sepenuhnya diolah secara optimal dan bahkan ada yang belum tersentuh sama sekali. Sehingga nilai tambah kekayaan sebagai anugerah tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat.

Upaya untuk mengangkat potensi tersebut membutuhkan peran kalangan dunia usaha, dengan kemampuan investasi serta kemampuan merespon dinamika ekonomi baik dalam lingkup domestik maupun global.

Birokrasi yang probisnis, mengundang para investor untuk mengolah potensi yang prospektif tersebut, untuk kemajuan bersama serta peningkatan kesejahteraan rakyat.

Potensi Unggulan Investasi :

Bidang Pariwisata

Bidang Pertambangan

Bidang Kawasan

Kawasan Pelabuhan

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus

Rest Area

Kawasan Peruntukan Industri

Bidang Pengolahan

Pengolahan Produksi Kayu

Pengolahan Hasil Perkebunan

Pengolahan Buah dan Sayuran

Pengolahan Tanaman Obat

Untuk informasi lebih lengkap, dapat menguhubungi :
Kantor Penanaman Modal Kab Kulonprogo
Jl.Perwakilan 2 Wates, Kulonprogo, Yogyakarta. Telp.0274 6560123

Selasa, 21 Desember 2010

DIJUAL TANAH PANJATAN KULONPROGO

DIJUAL TANAH PANJATAN KULONPROGO
(RLA.02.10)
  • Hadap Timur - Selatan - Utara
  • Sertifikat Hak Milik Pertanian
  • Luas Tanah 18.375 m2 lebar depan 275 m (perlu validitasi ke BPN setempat)
  • Harga : Rp 65.000,- / m2 Negotiable
(RLA.03.10)
  • Hadap Barat dan Selatan
  • Sertifikat Hak Milik Pertanian
  • Masih terdapat tumbuhan jati diameter 10 cm
  • Luas Tanah 19.295 m2 lebar depan 317 m (perlu validitasi ke BPN setempat)
  • Harga : Rp 60.000,- / m2 Negotiable
  • Belum termasuk tumbuhan jati diameter 10 cm Desc.
Descp.
  • Kawasan industri sesuai RTRW Kab. kulonprogo
  • Dekat dengan kantor kecamatan, Kantor Polsek, sekolah
  • Dekat Pasar Tradisional
Konfirmasi dan Tinjau lokasi dengan admint 0274-8203124 atau email. kulonprogoproperty@yahoo.co.id

DIJUAL TANAH JALAN WATES - JOGJA

(RLA.01.10) JL. Wates - Jogja (Sentolo)
Spec.
  • Hadap Selatan
  • Sertifikat Hak Milik Pekarangan
  • Luas Tanah 3.290 m2 lebar depan 20 m (pengukuran perlu di validasi ke BPN)
  • Harga : Rp 400.000,- / m2 nett
Desc.
  • Cocok untuk gudang, perumahan, pabrik.
  • Merupakan kawasan bisnis sesuai RTRW Kab. Kulonprogo
  • Merupakan jalur Dekat dengan pusat ekonomi.
Informasi dan tinjau lokasi selanjutnya komfirmasi ke Admint 0274-8203124 ; email di kulonprogoproperty@yahoo.co.id

Minggu, 05 Desember 2010

RUMAH SAKIT DIBANGUN

IDI Akan Bangun Rumah Sakit di Kulon Progo image

Kulon Progo, CyberNews. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kulon Progo berencana membangun Rumah Sakit Bersama (RSB) dengan tipe D. Rencana pembangunan itu merupakan kristalisasi komitmen 55 dokter di Kulon Progo yang tergabung dalam wadah IDI.

Ketua IDI Kulon Progo, Sandrawati Said, mengatakan tujuan pendirian rumah sakit bersama tersebut untuk menambah sarana kesehatan di wilayah Kulon Progo. Diharapkan di masa depan kabupaten di sisi barat DIY ini bisa menjadi pusat kesehatan. Sebab selama ini banyak pasien dari luar seperti dari Kedu maupun Bantul yang berobat ke rumah sakit ataupun klinik di Kulon Progo. “Kami berharap di masa depan Kulon Progo bisa menjadi sentral kesehatan,” kata Sandrawati saat beraudiensi dengan Bupati Kulon Progo, Kamis (4/11).

Menurutnya, dokter-dokter di Kulon Progo perlu membangun rumah sakit bersama sebagai sarana mengimplementasikan keahlian dan wahana komunikasi antar dokter. Sekaligus menjadi 'homebase hospital' bagi pera dokter untuk berkarya melayani kesehatan masyarakat. “Saat ini jumlah dokter yang ada jika dibanding dengan jumlah penduduk Kulon Progo 17.400 jiwa maka perbandinganya satu dokter melayani 6.596 orang,” jelasnya.

Rumah sakit bersama yang akan dibangun itu lokasi pembangunannya belum ditetapkan namun ada empat alternatif. Dua alternatif berada di Ngramang, Kedungsari, Pengasih, tepatnya di tepi jalan nasional yakni di depan atau di samping Polres Kulon Progo yang baru. Dua alternatif lokasi lainnya yakni di Demen (Kecamatan Temon) dan di Toyan (Kecamatan Wates).

Terpisah, Bupati Kulon Progo, Toyo S Dipo, memberikan apresiasi positif atas rencana pembangunan rumah sakit bersama oleh IDI tersebut. Menurutnya, pembangunan rumah sakit itu selaras dengan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam menarik investor. Terutama terkait program-program besar di Kulon Progo seperti pembangunan mega proyek pantai selatan dan pengembangan kawasan industri di Sentolo.

( Panuju Triangga /CN1

Kamis, 25 November 2010

PRAY FOR INDONESIA

PRAY FOR SLEMAN INDONESIA

Letusan Gunung Merapi 26 Oktober 2010 menyisakan duka mendalam bagi para korban sekitar Gunung Merapi dan bangsa ini. Akibat Muntahan Lahar/Erupsi merapi memberikan lahar dingin sampai Awan panas yang menjadikan momok yang menakutkan. Harta dan benda bahkan nyawa menjadi taruhan. Ketakutan dan ketidakberdayaan selalu membayangi setiap letusan terjadi. Namun sedikit kepedulian dari sesama dapat mengobati luka dan menehguhkan harapan

KINI SAATNYA KITA MENUNJUKKAN KEPEDULIAN KEPADA SESAMA !!!

Keikhlasan Saudara adalah wujud kepedulian dan Solidaritas terhadap sesama.
Donasi dan bantuan bisa di salurkan kepada :
1. Jalinan Merapi merapi.combine.or.id
2. Posko Peduli Merapi Candi Purwobinangun
Alamat : Dusun Candi Dukuh Tawangharjo,Desa Purwobinangun,Kec.Pakem,Kab.Sleman
CP.Lambang Sasmito Jati No. 0274 - 6525868 dan Setyo 0817468929
Email. setyomerapi@gmail.com
Adalah posko pengungsian dan pemukiman 9 km dari puncak merapi, jumlah penduduk 359 orang, Jumlah Usia Balita 37 orang, Anak Sekolah : 75 orang, jumlah lansia 50 orang.
Jenis Kebutuhan : Obat-obatan,Perlengkapan Balita,MCK,Penerangan Rumah, Perlengkapan dapur dan perlengkapan pembersihan kawasan abu vulkanik atas tananaman.

Smoga Amal dan ibadah Anda dapat diterima Tuhan Yang Maha Esa sebagai kemuliaan Hamba

Minggu, 24 Oktober 2010

HISTORY

Sejarah

Sebelum terbentuknya Kabupaten Kulon Progo pada yanggal 15 Oktober 1951, wilayah Kulon Progo terbagi atas dua kabupaten yaitu Kabupaten Kulon Progo yang merupakan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kabupaten Adikarta yang merupakan wilayah Kadipaten Pakualaman.

WILAYAH KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT (KABUPATEN KULON PROGO)


Sebelum Perang Diponegoro di daerah Negaragung, termasuk di dalamnya wilayah Kulon Progo, belum ada pejabat pemerintahan yang menjabat di daerah sebagai penguasa. Pada waktu itu roda pemerintahan dijalankan oleh pepatih dalem yang berkedudukan di Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah Perang Diponegoro 1825-1830 di wilayah Kulon Progo sekarang yang masuk wilayah Kasultanan terbentuk empat kabupaten yaitu:

  1. Kabupaten Pengasih, tahun 1831
  2. Kabupaten Sentolo, tahun 1831
  3. Kabupaten Nanggulan, tahun 1851
  4. Kabupaten Kalibawang, tahun 1855

Masing-masing kabupaten tersebut dipimpin oleh para Tumenggung. Menurut buku 'Prodjo Kejawen' pada tahun 1912 Kabupaten Pengasih, Sentolo, Nanggulan dan Kalibawang digabung menjadi satu dan diberi nama Kabupaten Kulon Progo, dengan ibukota di Pengasih. Bupati pertama dijabat oleh Raden Tumenggung Poerbowinoto. Dalam perjalanannya, sejak 16 Februari 1927 Kabupaten Kulon Progo dibagi atas dua Kawedanan dengan delapan Kapanewon, sedangkan ibukotanya dipindahkan ke Sentolo. Dua Kawedanan tersebut adalah Kawedanan Pengasih yang meliputi kepanewon Lendah, Sentolo, Pengasih dan Kokap/sermo. Kawedanan Nanggulan meliputi kapanewon Watumurah/Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh.
Yang menjabat bupati di Kabupaten Kulon Progo sampai dengan tahun 1951 adalah sebagai berikut:

  1. RT. Poerbowinoto
  2. KRT. Notoprajarto
  3. KRT. Harjodiningrat
  4. KRT. Djojodiningrat
  5. KRT. Pringgodiningrat
  6. KRT. Setjodiningrat
  7. KRT. Poerwoningrat

WILAYAH KADIPATEN PAKUALAMAN ( KABUPATEN ADIKARTA)


Di daerah selatan Kulon Progo ada suatu wilayah yang masuk Keprajan Kejawen yang bernama Karang Kemuning yang selanjutnya dikenal dengan nama Kabupaten Adikarta. Menurut buku 'Vorstenlanden' disebutkan bahwa pada tahun 1813 Pangeran Notokusumo diangkat menjadi KGPA Ario Paku Alam I dan mendapat palungguh di sebelah barat Sungai Progo sepanjang pantai selatan yang dikenal dengan nama Pasir Urut Sewu. Oleh karena tanah pelungguh itu letaknya berpencaran, maka sentono ndalem Paku Alam yang bernama Kyai Kawirejo I menasehatkan agar tanah pelungguh tersebut disatukan letaknya. Dengan satukannya pelungguh tersebut, maka menjadi satu daerah kesatuan yang setingkat kabupaten. Daerah ini kemudian diberi nama Kabupaten Karang Kemuning dengan ibukota Brosot.

Sebagai Bupati yang pertama adalah Tumenggung Sosrodigdoyo. Bupati kedua, R. Rio Wasadirdjo, mendapat perintah dari KGPAA Paku Alam V agar mengusahakan pengeringan Rawa di Karang Kemuning. Rawa-rawa yang dikeringkan itu kemudian dijadikan tanah persawahan yang Adi (Linuwih) dan Karta (Subur) atau daerah yang sangat subur. Oleh karena itu, maka Sri Paduka Paku Alam V lalu berkenan menggantikan nama Karang Kemuning menjadi Adikarta pada tahun 1877 yang beribukota di Bendungan. Kemudian pada tahun 1903 bukotanya dipindahkan ke Wates. Kabupaten Adikarta terdiri dua kawedanan (distrik) yaitu kawedanan Sogan dan kawedanan Galur. Kawedanan Sogan meliputi kapanewon (onder distrik) Wates dan Temon, sedangkan Kawedanan Galur meliputi kapanewon Brosot dan Panjatan.

Bupati di Kabupaten Adikarta sampai dengan tahun 1951 berturut-turut sebagai berikut:

  1. Tumenggung Sosrodigdoyo
  2. R. Rio Wasadirdjo
  3. R.T. Surotani
  4. R.M.T. Djayengirawan
  5. R.M.T. Notosubroto
  6. K.R.M.T. Suryaningrat
  7. Mr. K.R.T. Brotodiningrat
  8. K.R.T. Suryaningrat (Sungkono)

PENGGABUNGAN KABUPATEN KULON PROGO DENGAN KABUPATEN ADIKARTA


Pada 5 September 1945 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII mengeluarkan amanat yang menyatakan bahwa daerah beliau yaitu Kasultanan dan Pakualaman adalah daerah yang bersifat kerajaan dan daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia. Pada tahun 1951, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII memikirkan perlunya penggabungan antara wilayah Kasultanan yaitu Kabupaten Kulon Progo dengan wilayah Pakualaman yaitu Kabupaten Adikarto. Atas dasar kesepakatan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII, maka oleh pemerintah pusat dikeluarkan UU No. 18 tahun 1951 yang ditetapkan tanggal 12 Oktober 1951 dan diundangkan tanggal 15 Oktober 1951. Undang-undang ini mengatur tentang perubahan UU No. 15 tahun 1950 untuk penggabungan Daerah Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Adikarto dalam lingkungan DIY menjadi satu kabupaten dengan nama Kulon Progo yang selanjutnya berhak mengatur dan mengurus rumah-tanganya sendiri. Undang-undang tersebut mulai berlaku mulai tanggal 15 Oktober 1951. Secara yuridis formal Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo adalah 15 Oktober 1951, yaitu saat diundangkannya UU No. 18 tahun 1951 oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia.

DIJUAL RUMAH SENTOLO

DIJUAL TANAH JALAN TEMON JOGJA

Minggu, 18 Juli 2010

DIJUAL TANAH PEKARANGAN

JALAN WATES KULONPROGO
DIJUAL TANAH JALAN WATES (Sebelum Polres Kulonprogo)
Specifikasi : Lokasi 2 km dari jalan Wates
SHMP, Hook;Luas Tanah 2431 m2 Lebar depan 30m dan 25m
Descrip. 2 km dari POLRES Kulonprogo dan SPBU, Cocok untuk tanah kavling, dan investasi tanah, dan komplek asrama/perumahan
Harga : Rp 250.000.000,- Info lengkap hubungi prasetiyo 0817468929